Kata paman kemarin, cukup mudah membuat orang lain percaya 100% kepada kita, hanya bermodalkan misi fi sabilillah, insyaallah hampir semua orang akan menaruh simpati. Orang-orang yang simpati itu, akan menjadi benteng pertama ketika kita diserang "kerajaan" lain (seperti ceritanya avatar saja :D). Mereka akan membantu dan selalu membantu, sesulit apapun medan yang dihadapi. Kata paman, kepercayaan adalah modal utama dalam bermasyarakat.
Masalahnya, ketika kepercayaan sudah tidak ada, mereka orang-orang yang paling percaya kepada kita akan berbalik 180 derajat. Yang pertama membantu akan menolak, yang awalnya menjadi benteng pertahanan akan menjadi musuh. Begitulah, kepercayaan seolah menjadi pisau bermata dua.....
Seperti juga dirimu yang meminta kepercayaan 100%, aku percaya dan memberikan kepercayaanku melebihi apa yang kamu minta. Ketika kepercayaanku hilang karena hal kemarin, aku harus bagaimana? menjadi musuhmu kah? atau tetap pura-pura bodoh untuk tahu hal itu? ah, bingung....
Untuk kedua kalinya, ku letakkan kepercayaan itu lagi, berharap ada takdir Tuhan yang luar biasa yang terjadi di antara kita kelak. Dengan bermodal sebuah kepercayaan, aku ingin bersamamu, untuk nanti dan selamanya... Terlalu beresiko untuk mengatakan tidak, terlalu banyak mudharat untuk tidak bersamamu... ha ha ha ha ha ha...
Melihatmu itu, bukan paras cantik yang tampak, bukan pula bodi yang aduhai yang membuat terpana... hanya sebuah cita-cita anak kecil untuk bermafaat bagi kita, keluarga, masyarakat dan agama Nabi kita, Nabi Muhammad SAW....
Menurutku, hanya orang bodoh yang tidak mau bersamamu dik.... ya, hanya orang bodoh.... aku rindu... :D ha ha ha ha ha ha ha... serius ini lo...


0 komentar:
Posting Komentar