Sekedar ingin tertawa

Memang sih, tingkat kesulitan mencapai sesuatu berbanding lurus dengan hasil yang di peroleh. Semakin sulit jalan yang di tempuh, semakin besar pula hadiah yang menunggu di depan sana... tapi kalau hadiahnya kecil dan jalan menuju kesana cukup terjal, tidak perlu berluka-luka lah dalam usaha.... Wong ya belum gila-gila amat.. ha ha ha 

Bodoh nya....

Membatu bukan menjadi batu, lebih tepatnya "bergaya" keras seperti batu. Berlagak keras seperti karang yang katanya tidak hancur dengan dentuman ombak. Katanya seperti itu.... Namanya juga berlagak, tentunya tidak keras sungguhan, hanya pura-pura... ya, hanya pura-pura menutupi kerapuhan dengan berlagak keras dan kuat. bodoh amat!!

Hanya Orang Bodoh....

Kata paman kemarin, cukup mudah membuat orang lain percaya 100% kepada kita, hanya bermodalkan misi fi sabilillah, insyaallah hampir semua orang akan menaruh simpati. Orang-orang yang simpati itu, akan menjadi benteng pertama ketika kita diserang "kerajaan" lain (seperti ceritanya avatar saja :D). Mereka akan membantu dan selalu membantu, sesulit apapun medan yang dihadapi. Kata paman, kepercayaan adalah modal utama dalam bermasyarakat.

Masalahnya, ketika kepercayaan sudah tidak ada, mereka orang-orang yang paling percaya kepada kita akan berbalik 180 derajat. Yang pertama membantu akan menolak, yang awalnya menjadi benteng pertahanan akan menjadi musuh. Begitulah, kepercayaan seolah menjadi pisau bermata dua.....

Seperti juga dirimu yang meminta kepercayaan 100%, aku percaya dan memberikan kepercayaanku melebihi apa yang kamu minta. Ketika kepercayaanku hilang karena hal kemarin, aku harus bagaimana? menjadi musuhmu kah? atau tetap pura-pura bodoh untuk tahu hal itu? ah, bingung....

Untuk kedua kalinya, ku letakkan kepercayaan itu lagi, berharap ada takdir Tuhan yang luar biasa yang terjadi di antara kita kelak. Dengan bermodal sebuah kepercayaan, aku ingin bersamamu, untuk nanti dan selamanya... Terlalu beresiko untuk mengatakan tidak, terlalu banyak mudharat untuk tidak bersamamu... ha ha ha ha ha ha...

Melihatmu itu, bukan paras cantik yang tampak, bukan pula bodi yang aduhai yang membuat terpana... hanya sebuah cita-cita anak kecil untuk bermafaat bagi kita, keluarga, masyarakat dan agama Nabi kita, Nabi Muhammad SAW....

Menurutku, hanya orang bodoh yang tidak mau bersamamu dik.... ya, hanya orang bodoh.... aku rindu... :D ha ha ha ha ha ha ha... serius ini lo...











Menjaga hati, mungkin....

Tidak Menyapamu itu, seperti minum obat. Katanya orang-orang, obat itu terbuat dari racun untuk menghancurkan racun lain yang menjadi penyakit. Kalau hal itu benar, aku ingin tidak menyapamu.

Bagiku, rindu yang keterlaluan ini telah berevolusi bagai penyakit yang kronis. Mulanya males keluar, males tidur, males makan dan akhirnya males mengerjakan janjiku untuk lulus tahun ini. Bukannya aku berjanji untuk bersamamu setelah aku lulus 1 tahun lagi? Itupun kalau Tuhan yang maha dalam segalanya berkenan mengabulkannya.

Untuk sementara, aku ingin tidak menyapamu. Cukuplah bagiku, melihat dindingmu itu sebagai perwakilan dirimu untuk hadir dalam pandanganku. Sebagai Obat rindu.

Kamu juga tidak perlu khawatir. Hatiku ini sudah seperti tembok yang kokoh. Tidak mungkin - selain dirimu- ada orang lain yang memasukinya. Aku janji.

Hari Raya Qurban



Malam ini adalah malam hari raya idul adha. Seperti biasanya, tidak ada perbedaan kapan hari raya orang sono dan kapan hari rayanya orang sini, mungkin karena pengen bareng-bareng makan daging kurban tanpa adanya keinginan pengen mokel dulu, Muhammadiyah – NU pengen nyate bareng :p.

Bagi saya, suasana hari raya idul adha terasa lebih sepi dibanding hari-hari biasanya, apalagi saya sudah TOBAT main game online, maklumlah sudah capek di kasih kartu kuning dan untungnya belum di DO sama keluarga. Biasanya kalo lagi main game, seakan-akan dunia ini rame, punya banyak temen sekalipun toh hanya sebatas di game. Beginilah ciri has orang jomlo pengangguran seperti saya. 

Malam ini, entah kenapa saya rindu dengan suasa pondok. Kayaknya masih enak ber-hari raya di pondok dari pada berhari raya di rumah. Sekalipun di pondok gak dapet daging kurban, saya masih punya banyak teman yang bisa menghibur. Pernah suatu ketika saya nangis pas waktu hari raya, kepala saya masukkan ke bawah lemari dan nangis sejadi-jadinya. Setelah puas menangis se-jam-an, ada teman kamar datang bawa nasi lengkap dengan dagingnya, yaaa lumayanlah sebagai obat lapar karena nagis. Setelah itu, teman yang lain datang bawa nasi juga dan lengkap pula dengan dagingnya. Kalo di hitung-hitung hampir semua teman-teman saya di kirim dengan nasi plus ikannya dan akhirnya kebagian juga berkah idul adha nya.. ha ha ha ha... 

Bedanya hal dengan ber-hari raya di rumah, gak ada teman, sepi dan mengenaskan. Apalagi tahun ini, status masih jomblo, gak bisa main game dan gak ada teman. Rasa-rasanya pengen cepet-cepet tidur dan cepet-cepet ikut sholat id dan tidur lagi, lagi dan lagi.. 

yaaaaa paling tidak, tahun ini saya masih bisa berkurban perasaan.. alhamdulillah, Puji Tuhan yang maha ESA.. Keep Smile boy ^_^

Andai Aku Menjadi Ketua KPK

Alhamdulillah, hari ini adalah hari pertama masuk kantor, memulai tugas berat untuk memimpin instansi yang bertugas menuntaskan korupsi, sebuah lembaga pemerintah yang benar-benar dipercaya masyarakat untuk menangani masalah terberat Indonesia saat ini; korupsi.  Ya... saya terpilih menjadi ketua KPK periode 2043-2048.

Bagi saya, hal pertama dan yang paling utama ketika memimpin KPK adalah “siap-siap bersih-bersih sebelum dibersihkan”. Saya sadar bahwa ketua KPK adalah musuh besar orang atas dan sahabat kaum bawah. Namun bisa pula menjadi musuh orang atas dan musuh kaum bawah bila ketua KPK dibersihkan sebelum bersih-bersih terlebih dahulu.
Di hari pertama ini, saya akan mempersiapkan 3 agenda kerja besar yang disebut 3 misi suci, agenda 1 tahun pertama yang disebut misi “emas”, agenda 2 tahun setelahnya yang disebut misi “perak” dan agenda 2 tahun di akhir periode jabatan yang disebut misi “mencegah lebih baik dari pada mengobati”. Dengan 3 misi suci ini; emas, perak dan mencegah lebih baik dari pada mengobati, saya akan memimpin KPK menjadi lembaga yang benar-benar membumi hanguskan korupsi di tanah Indonesia.
Pada agenda misi emas, saya akan bersih-bersih korupsi di lingkungan sendiri, mulai dari birokrasi KPK, presiden, wakil presiden, para menteri, pejabat pemerintahan pusat, birokrasi-birokrasi pemerintahan pusat dan tentunya DPR pusat. Mau bagaimanapun, seorang anak tidak akan bersih bilamana orang tuanya masih kotor. Begitupula dengan negeri ini, apabila para pembesarnya masih korupsi tentunya masyarakat akan mengikuti mereka; korupsi. Ini adalah langkah awal menuju “Indonesia tidak mengenal korupsi!”
Di tahun kedua dan ketiga atau misi perak, KPK akan membersihkan korupsi di semua instansi pemerintah dan swasta yang berada di seluruh nusantara. Hal ini adalah kewajiban kedua KPK, karena mereka yang berada didaerah adalah anak bangsa yang 5 atau 10 tahun mendatang akan memimpin negeri ini, dan anak bangsa yang bersih kelak akan memimpin bangsa ini dengan bersih bebas dari korupsi.
Misi ke3 adalah misi “mencegah lebih baik dari pada mengobati”, misi ini adalah misi paling krusial dimana kepemimpinan saya selama menjadi ketua KPK akan dipertanyakan ; apakah sukses dan berhasil atau malah gagal dan perlu dibersihkan ?. Karena menurut saya, tugas dari KPK bukan hanya memberantas korupsi, tapi juga mencegah terjadinya tindakan kotor tersebut. Dan mencegah lebih baik dari pada memberantas !.
Misi ini bertujuan untuk mencegah korupsi di seluruh sektor yang berada di Indonesia, baik pemerintahan atau swasta. Ada 4 poin yang menjadi tugas dalam misi ini, yaitu ; mensulitkan terjadinya korupsi dengan cara pengawasan KPK yang ketat disemua sektor, pembangunan rumah KPK di seluruh Indonesia demi memudahkan masyarakat untuk melapor bila terjadi tindakan korupsi, menanamkan jiwa bebas korupsi sejak dini bagi anak dengan menjadikan anti korupsi sebagai pelajaran wajib di sekolah dasar, menengah dan atas, serta diadakannya sosialisasi anti korupsi pada masyarakat, dan poin terakhir adalah hukuman mati bagi pelaku korupsi.
Selain 3 misi tersebut, saya sebagai ketua KPK berkeinginan untuk merubah kepanjangan dari KPK atau menghapus lembaga ini. Kalau sekarang KPK adalah kepanjangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi, namun suatu saat nanti KPK adalah kepanjangan dari Komisi Pencegahan Korupsi. Mengenai keinginan saya untuk menghapus lembaga ini, karena saya yakin suatu saat nanti lembaga ini tidak dibutuhkan lagi karena masyarakat indonesia tidak ada yang korupsi. Mungkin salah satu keinginan saya tersebut akan terwujud ketika masyarakat Indonesia benar-benar bebas korupsi, entah itu kapan !!
Ah.. Aku hanya bermimpi...
Andai saya benar-benar menjadi ketua KPK !! 

http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/709/M%20Miqdad%20Uwaisy.html

HARPITNAS ? Membosankan !!


Selamat pagi dunia !!
Hari ini libur kuliah lagi, bisa di pastikan pasti bosen dan bosen diem diri di rumah melulu... Alasan liburnya sih karena HARPITNAS atau Hari Kejepit Nasional. Mungkin hanya di Indonesia yang ada hari libur kayak gini.. Indonesia negara aneh !!
Dalam kalender manapun, tidak ada hari libur karena ke-JEPIT ? di Indonesia saya yang ada. Hal ini karena hanya orang-orang Indonesia saja yang pemalas, malam ngantor, malas ngajar, malam ngapain-ngapain dan akhirnya mereka mencetuskan hari libur karena ke-JEPIT. Aneh indonesia itu ! negera para pemalas !!
                Eh, dari pada ngerumpi soal bangsa pemalas Indonesia, mending mikir hari libur kayak gini enaknya main ngapain yach ? apa harus main game terus ? ah bosan juga main game terus..  mending belajar aja kali yach ? hemmm, kayaknya tambah bosen.. lah, terus enaknya ngapain loe ?? bingung.
                Dari pada mau ngapain aja bisa bikin bosen, mending berdo’a aja biar hari ini tidak menjadi hari yang membosankan.. amin.
                AKU BOSAN !!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More