Kagumku Padamu ^_^


Masih terasa hangat dalam ingatan saya,  satu tahun kurang 6 hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 31 Desember di sore hari penghujung tahun 2010, ada seorang dosen yang dengan lantangnya menjelaskan teori rasionalisme Rene Descartes dan Blaise Pascal, beliau mengakatan bahwa teori kedua orang tersebut merupakan salah satu jalan untuk memahami agama.

Dulu, saya begitu sangat menyukai dosen tersebut, karena beliaulah yang pertama kali memasukkan teori-teori filsafat umum ke dalam memory otak saya, mengajarkan tentang apa itu ontology, epistimologi dan apa itu axsiologi. Saya begitu kagum terhadap otak brilyan beliau, beliau cerdas, pintar dan apa-apa yang beliau sampaikan mudah di paham dan di mengerti. Dan tahukah kalian bahwa sampai sekarangpun memori saya tentang dosen tersebut masih tetap, tidak berubah. Saya masih mengaguminya !!.

Masih teringat dalam memory otak saya tentang kejadian kemarin malam (23/12/2011), dimana dosen yang saya kagumi tersebut mengucapkan beribu-ribu ma’af kepada para mahasiswa dan para dosen yang hadir dalam undangan rapat darurat, beliau di tuduh telah melakukan penistaan agama.

Layaknya seorang pesakitan di kursi terdakwa, beliau di cerca dengan bermacam-masam argumen. Ada yang mempertanyakan dasar perbuatannya, dan ada pula yang mengemukakan bahwa apa-apa yang telah beliau perbuat merupakan sebuah penghinaan agama dan di hukumi kafir bagi pelakunya. Namun tahukah kalian bagaimana sikap beliau ?, lagi-lagi dengan sikap bijaksana, beliau tampak tenang dan tak terlihat sedikitpun raut wajah dari seorang pecundang. Ya... beliau tenang bagai lautan dengan dasar yang begitu dalam. mengagumkan !!.

Penghapusan lafadz Allah dengan menggunakan sepatu adalah salah satu alasan kenapa beliau harus menanggung semua perbuatannya. Saya tahu perbuatan itu salah, dan saya tahu pula bahwa beliau seharusnya tidak melakukan hal tersebut. Namun satu hal yang saya sadari, beliau adalah seorang guru filsafat yang mengagumkan...

Untukmu guru, semoga apa-apa yang telah terjadi bisa menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua, dan semoga apa-apa yang telah kau terima bisa menjadi pengantar bagi kita semua untuk mengenal siapa Allah dengan sebaik-baiknya dan dengan jalan yang diridhoi-Nya. Amin.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More