Aslinya malam ini ku banyak kerjaan, mulai dari bersih-bersih kamar, orat-oret kertas kosong lalu menyobeknya, merampungkan persiapan lomba, sampai menyelesaikan tugas mading... (heemm.. gak kebayang tugas yang bertumpuk-tumpuk, gak kalah sama tugasnya presiden... ).
Berhubung hari ini adalah hari ibu, ku mau cerita sedikit tentang ibu di mata anaknya yang nakal ini... sekalipun punya segudang tugas, tidak boleh tidak, ku mau harus menulisnya... Oke. Biar gak lama-lama dan gak buang-buang waktu, langsung aja cerita ya.... ^_^
Ummiku (begitu ku memanggilnya) hanyalah wanita biasa, lahir dari rahim wanita yang juga biasa, serta beliau tidak mempunyai keistimewaan apapun. Beliau tidak sehebat siti khotijah di dalam membantu perjuangan dakwah islam, beliaupun tidak seperti siti fatimah yang lahir dari rahim istri seorang nabi, dan beliaupun tidak seperti para istri-istri nabi yang memiliki berjuta-juta keistimewaan. Beliau tidak seperti itu...
Aslinya, aku sebagai putranya tidak tahu bagaimana sesungguhnya ummiku itu, aku tidak tahu bagaimana karakternya, dan aku tidak tahu bagaimana sifat ummiku yang sesungguhnya.. aku tidak tahu semua hal tentang ummiku...
Yang ku tahu, beliau adalah sosok yang selalu memberiku selimut pada saat ku tertidur lelap pada dinginnya malam.
Yang ku tahu, beliau adalah sosok yang rajin menghidupkan obat nyamuk ketika melihat putranya tidur dengan di temani nyamuk-nyamuk penghisap darah.
Yang ku tahu, beliau adalah sosok yang rajin marah ketika melihat anaknya berbuat nakal. Tapi beliau tetaplah sabar melihat semua kenakalannya.
Yang ku tahu, beliau adalah sosok yang suka bertanya kepada putranya “sudah makan? Jangan lupa makan nak..”.
Yang ku tahu, beliau adalah sosok yang selalu bangun di pagi hari untuk menyiapkan makanan hanya untuk melihat putranya makan di pagi hari.
Yang ku tahu, beliau adalah sosok yang tidak pernah tidur sebelum putranya pulang dari sekolah dengan selamat pada malam hari.
Yang ku tahu, beliau adalah sosok yang suka mengirim sms kepada putranya hanya untuk bertanya “ada dimana ?”.
Yang ku tahu tentang beliau hanyalah itu... beliau adalah seorang wanita yang sangat perhatian kepada putranya, yang selalu mengkhawatirkan keadaan putranya, dan yang selalu menomor satukan kebahagiaan putranya...tidak lebih...
Tadi pagi ku berbincang-bincang dengan ummiku... kurang lebih obrolan kami seperti ini :
Aku : mi... sekarang hari ibu loe....
Ummi : iya... terus kamu mau memberi ummi apa ?
Aku : ummi mau kupang ? kalau ummi mau, entar malem mau dibelikan mi...
Ummi : wah, enggak...!! sekalipun kamu mau di belikan 10 porsi kupang sama grobaknya, ummi tetep ae gak mau nak...
Aku : terus mi ??
Ummi : ummi hanya mau kamu menjadi anak yang patuh, anak yang taat dan anak yang selalu berhati-hati dalam segala hal... hanya itu saja nak.... gak lebih...
Heeemm..... itu lah ummiku.. dan pada hari ibu ini, ku ingin menyanyikan sebuah lagu khusus ummiku itu... lagunya iwan fals.. oke.. langsung dengerin aja ya....
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….
Aku sayang ummiku... aku sayang ummi... love you ummi...



0 komentar:
Posting Komentar