Pikiran Dan Hati


Kata guruku, Dwi Nawawy Sa’doellah, bahwa “ Dalam kesendirian kadang kita mendapatkan keriuhan yang sesungguhnya : pikiran yang kemana-mana dan hati yang berkata-kata .....”
--------------------------------------------------------------

Hari ini, kemarin dan mungkin juga esok, lusa, atau bahkan satu tahun lagi, aku akan selalu seperti ini, diam sendirian di dalam kamar, menikmati kehangatan teh atau kopi pahit di sela-sela aktifitas yang selalu membosankan. Ya... aku selalu sendiri..... 

Sebagian orang mengatakan aku itu kesepian dalam kesendirian, bahkan seluruh orang akan sepakat dengan pendapat tersebut. Tapi, ada satu hal yang mereka tidak sadari, bahwa ketika aku sendirian, maka di sanalah aku menemukan sebuah keramaian yang sesungguhnya. 

Ketika aku sendirian, ketika itu pula pikiranku ada dimana-mana. Mengingat hal-hal konyol yang pernah aku lakukan, memikirkan orang-orang yang berada di sekelingku, memikirkan kewajiban-kewajiban, dan memikirkan dia dan mereka yang selalu berbuah tangis dan tawa merupakan kegiatan pikiranku sehari-hari. 

Beda dengan pikiranku dengan pekerjaannya, hatiku lebih sering berkata-kata dalam kesendirian. Dia adalah makhluk yang lebih sering sakit dan akhirnya akan berkata “aku ingin berubah”. Dia adalah makhluk yang sering berkata pada dirinya sendiri “aku salah, ini bukan duniaku. Aku harus pindah !!”. Dia adalah makhluk yang benar-benar di ciptakan Tuhan untuk selalu menjadi alarm kebenaran dan mengatakan “mana diriku yang dulu ? bukankah dulu aku tidak seperti sekarang?”.

Yach... mereka, dua makhluk tadi, hati dan pikiran, merupakan dua makhluk yang selalu ada dimanapun aku berada. Aku akan selalu berdo’a, semoga kalian berdua tetap indah dalam kebenaran, selalu putih di saat banyak yang mencoba mengkaburkan tugas kalian, dan semoga Allah selalu menjaga kalian dimanapun kalian berada.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More