Andai Aku Menjadi Ketua KPK

Alhamdulillah, hari ini adalah hari pertama masuk kantor, memulai tugas berat untuk memimpin instansi yang bertugas menuntaskan korupsi, sebuah lembaga pemerintah yang benar-benar dipercaya masyarakat untuk menangani masalah terberat Indonesia saat ini; korupsi.  Ya... saya terpilih menjadi ketua KPK periode 2043-2048.

Bagi saya, hal pertama dan yang paling utama ketika memimpin KPK adalah “siap-siap bersih-bersih sebelum dibersihkan”. Saya sadar bahwa ketua KPK adalah musuh besar orang atas dan sahabat kaum bawah. Namun bisa pula menjadi musuh orang atas dan musuh kaum bawah bila ketua KPK dibersihkan sebelum bersih-bersih terlebih dahulu.
Di hari pertama ini, saya akan mempersiapkan 3 agenda kerja besar yang disebut 3 misi suci, agenda 1 tahun pertama yang disebut misi “emas”, agenda 2 tahun setelahnya yang disebut misi “perak” dan agenda 2 tahun di akhir periode jabatan yang disebut misi “mencegah lebih baik dari pada mengobati”. Dengan 3 misi suci ini; emas, perak dan mencegah lebih baik dari pada mengobati, saya akan memimpin KPK menjadi lembaga yang benar-benar membumi hanguskan korupsi di tanah Indonesia.
Pada agenda misi emas, saya akan bersih-bersih korupsi di lingkungan sendiri, mulai dari birokrasi KPK, presiden, wakil presiden, para menteri, pejabat pemerintahan pusat, birokrasi-birokrasi pemerintahan pusat dan tentunya DPR pusat. Mau bagaimanapun, seorang anak tidak akan bersih bilamana orang tuanya masih kotor. Begitupula dengan negeri ini, apabila para pembesarnya masih korupsi tentunya masyarakat akan mengikuti mereka; korupsi. Ini adalah langkah awal menuju “Indonesia tidak mengenal korupsi!”
Di tahun kedua dan ketiga atau misi perak, KPK akan membersihkan korupsi di semua instansi pemerintah dan swasta yang berada di seluruh nusantara. Hal ini adalah kewajiban kedua KPK, karena mereka yang berada didaerah adalah anak bangsa yang 5 atau 10 tahun mendatang akan memimpin negeri ini, dan anak bangsa yang bersih kelak akan memimpin bangsa ini dengan bersih bebas dari korupsi.
Misi ke3 adalah misi “mencegah lebih baik dari pada mengobati”, misi ini adalah misi paling krusial dimana kepemimpinan saya selama menjadi ketua KPK akan dipertanyakan ; apakah sukses dan berhasil atau malah gagal dan perlu dibersihkan ?. Karena menurut saya, tugas dari KPK bukan hanya memberantas korupsi, tapi juga mencegah terjadinya tindakan kotor tersebut. Dan mencegah lebih baik dari pada memberantas !.
Misi ini bertujuan untuk mencegah korupsi di seluruh sektor yang berada di Indonesia, baik pemerintahan atau swasta. Ada 4 poin yang menjadi tugas dalam misi ini, yaitu ; mensulitkan terjadinya korupsi dengan cara pengawasan KPK yang ketat disemua sektor, pembangunan rumah KPK di seluruh Indonesia demi memudahkan masyarakat untuk melapor bila terjadi tindakan korupsi, menanamkan jiwa bebas korupsi sejak dini bagi anak dengan menjadikan anti korupsi sebagai pelajaran wajib di sekolah dasar, menengah dan atas, serta diadakannya sosialisasi anti korupsi pada masyarakat, dan poin terakhir adalah hukuman mati bagi pelaku korupsi.
Selain 3 misi tersebut, saya sebagai ketua KPK berkeinginan untuk merubah kepanjangan dari KPK atau menghapus lembaga ini. Kalau sekarang KPK adalah kepanjangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi, namun suatu saat nanti KPK adalah kepanjangan dari Komisi Pencegahan Korupsi. Mengenai keinginan saya untuk menghapus lembaga ini, karena saya yakin suatu saat nanti lembaga ini tidak dibutuhkan lagi karena masyarakat indonesia tidak ada yang korupsi. Mungkin salah satu keinginan saya tersebut akan terwujud ketika masyarakat Indonesia benar-benar bebas korupsi, entah itu kapan !!
Ah.. Aku hanya bermimpi...
Andai saya benar-benar menjadi ketua KPK !! 

http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/709/M%20Miqdad%20Uwaisy.html

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More